Puluhan Korban Jiwa Akibat Serangan Udara Koalisi Arab di Ad Dali
Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara koalisi
Arab pimpinan Arab Saudi yang menargetkan pasukan Dewan Transisi
Selatan (Southern Transitional Council/STC) di Provinsi Ad Dali, Yaman
bagian barat daya. Informasi tersebut disampaikan sumber pemerintah setempat
kepada RIA Novosti, Rabu (7/1).
Menurut sumber tersebut, pesawat tempur koalisi Arab
melancarkan sekitar 12 serangan udara yang menyasar peralatan militer di
sejumlah wilayah, termasuk Zubayd, Al-Zand, dan Jahaf di Provinsi Ad
Dali. Peralatan militer itu diketahui diangkut menggunakan truk yang
membawa senjata dan amunisi.
Sumber pemerintah setempat menyebutkan bahwa muatan
persenjataan tersebut diduga diselundupkan dari Aden, ibu kota sementara
Yaman. Akibat serangan udara itu, korban jiwa dilaporkan mencapai 20 orang,
termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, juru bicara koalisi Arab yang mendukung
pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Turki al-Maliki,
menyampaikan keterangan resmi melalui platform X. Ia mengatakan bahwa
pasukan koalisi bersama pemerintah Yaman melancarkan serangan pendahuluan
terbatas pada Rabu dini hari terhadap posisi Dewan Transisi Selatan di Provinsi
Ad Dali.
Menurut al-Maliki, operasi militer tersebut dilakukan
sebagai langkah pencegahan untuk menghentikan aktivitas militer yang dinilai
berpotensi memicu eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemimpin Dewan Transisi Selatan,
Aidarus al-Zubaidi, disebut telah memobilisasi pasukan dalam jumlah
besar sekitar tengah malam sebelum serangan terjadi. Pasukan tersebut
dilaporkan bergerak menuju Provinsi Ad Dali dengan membawa kendaraan lapis
baja, senjata berat dan ringan, serta amunisi.
Persenjataan itu disebut berasal dari kamp militer Hadid dan
As-Sulban, yang kemudian dikerahkan untuk memperkuat posisi STC di wilayah
konflik. Situasi keamanan di Provinsi Ad Dali pun dilaporkan masih tegang
menyusul serangan udara tersebut.

Comments
Post a Comment